Pertamina EP oil and gas production, once again, reach the highest record. It reached 136,504 barrel per day or 11,004 barrel higher than the target for 2009 which is 125,500 barrel per day.
Jakarta, 22 Desember 2009
PT Pertamina EP berhasil menembus sejumlah target kinerja yang ditetapkan pada 2009. Salah satunya ada keberhasilan di sisi produksi minyak yang telah menembus angka 127 ribu barel per hari.
Hal tersebut ditegaskan dalam pemaparan Direksi Pertamina EP pada Town Hall Meeting di Jakarta (22/12). Pada kesempatan tersebut, Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian menyampaikan realisasi KPI Pertamina EP tahun 2009 yang rata-rata mencapai lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan. Jajaran Direksi Pertamina EP menyampaikan paparan kinerja 2009 dan optimismenya untuk mewujudkan visi di tahun 2011 untuk menjadi produsen migas nomor satu di Indonesia.
Menjelang penghujung tahun 2009, Pertamina EP tercatat berhasil mempertahankan prestasi aspek keselamatan kerja dan lindungan lingkungan. Pertamina EP juga berhasil meningkatkan nilai SMHSE, memperoleh sertifikasi, dan peringkat PROPER.
Dalam laporan Status HSE (Health Safety Environment) Pertamina EP 2009 yang dipaparkan oleh Presiden Direktur Salis S Aprilian menunjukkan bahwa tidak ada fatalities, kebakaran/blow out/peledakan, dan pencemaran (>15 barel).
Lebih lanjut Salis menjelaskan bahwa Pertamina EP juga telah berhasil meningkatkan nilai Sistem Manajemen HSE (SMHSE) pada tahun 2009 yang berhasil mencapai angka 72.54. Selanjutnya, Field Subang telah berhasil meraih tiga sertifikat yakni OHSAS 18001 (SMK3), ISO 14001 (SML) IMS PASS99: 2006. Sementara itu, UBEP Tanjung sudah masuk dalam tahap implementasi OHSAS 18001 (SMK3) dan ISO 14001 (SML).
Mengenai pencapaian PROPER, Presiden Direktur menegaskan bahwa pada tahun 2009 Pertamina EP Field Subang juga berhasil meraih PROPER Hijau.
Mengantisipasi hari libur akhir tahun, Direktur Operasi Bagus Sudaryanto mengharapkan seluruh unit operasi Pertamina EP meningkatkan kewaspadaan khususnya terkait dengan masalah HSE. Hal ini ditegaskan mengingat industri migas, antara lain kegiatan pemboran, akan terus berjalan disaat libur akhir tahun.
Dalam hal penemuan cadangan baru, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Syamsu Alam menegaskan bahwa kegiatan survey yang dilakukan oleh Pertamina EP mengalami peningkatan. Untuk Survey 2D mencapai 1.946 km2 lebih tinggi daripada target sebesar 1.232 km2. Hal ini disebabkan program yang tidak bisa dieksekusi tahun 2008 telah dilaksanakan di tahun 2009, tegasnya. Sementara untuk survey 3D, Syamsu Alam menegaskan bahwa saat ini telah mencapai 1.053 km2 dan diperkirakan hingga akhir tahun bisa mencapai 1.115 km2.
Selain kegiatan survey, Pertamina EP juga melaksanakan kegiatan pemboran sumur wildcat, deleniasi, dan re-entry. Terkait dengan kegiatan pemboran, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan menyampaikan keberhasilan melakukan efisiensi. Penambahan sumur ini tidak menambah biaya, tegas Syamsu Alam.
Dari kegiatan eksplorasi, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Syamsu Alam menjelaskan bahwa Pertamina EP telah berhasil mewujudkan realisasi penambahan cadangan minyak 2009 (original oil in place) sebesar 189 juta barel. Pencapaian ini berada di atas target yang ditetapkan sebesar 130 ribu barel. Sedangkan untuk gas, Pertamina EP telah berhasil merealisasikan penambahan cadangan gas (original gas in place) tahun 2009 sebesar 779 miliar kaki kubik.
Produksi minyak Pertamina EP juga mengalami peningkatan. Direktur Operasi Bagus Sudaryanto menegaskan bahwa produksi minyak Pertamina EP sampai dengan 20 Desember 2009 telah berhasil mencapai angka 127 ribu barel per hari. Pencapaian ini telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2009 yakni sebesar 125,5 ribu barel. Dalam pemaparan kinerja tersebut, peningkatan produksi minyak Pertamina EP mulai merambat naik sejak pertengahan tahun 2009. Puncak peningkatan produksi terjadi di bulan September yang berhasil menembus angka 134,7 barel par hari. Sementara itu, produksi gas Pertamina EP juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sampai dengan 20 Desember 2009, produksi gas Pertamina EP mencapai 1.043 juta standar kaki kubik per hari.
Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) ini masih menjadi kontributor laba terbesar bagi induk perusahaannya. Kontribusi Pertamnia EP mencapai 80 persen dari total keuntungan PT Pertamina (Persero). Direktur Keuangan juga menyampaikan optimismenya terkait dengan perkembangan peningkatan perolehan keuntungan dan peningkatan produksi Pertamina EP.
Selanjutnya, Direktur Keuangan menyampaikan bahwa saat ini proses audit Pertamina EP untuk tahun 2005 sampai dengan 2008 berjalan secara simultan. Proses ini dilakukan oleh kantor akuntan publik Ernest & Young yang merupakan bagian dari audit PT Pertamina (Persero), tegasnya.
Di tahun 2009, Direktur Keuangan menegaskan bahwa Pertamina EP telah berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian untuk hasil audit tahun 2005 dan 2006. Lebih lanjut Andri menegaskan bahwa laba hasil audit Pertamina EP tahun 2005 sebesar Rp 2,1 triliun dengan nilai aktiva sebesar Rp 14,9 triliun. Untuk tahun 2006 mencapai Rp 7,1 triliun dengan nilai aktiva sebesar Rp 25,6 triliun.