PERTAMINA EP |

Login Info

Welcome Guest, Login

Language

Sorotan Berita

Penerimaan Migas Semester 1 Naik 20,3 Persen

Media Indonesia, Selasa, 01 September. JAKARTA-MI: Kepala BP Migas R Priyono mengungkapkan penerimaan negara dari sektor migas semester 1 2009 mencapai US$7,58 miliar atau naik 20,3 persen dari angka dalam RAPBN semester 1 2009 yang sebesar US$6,3 miliar.

"Penyebabnya, harga minyak Indonesia (ICP) aktual lebih tinggi yakni US$51,12 per barel dari patokan ICP APBN 2009 yang sebesar US$45 per barel," ujar Priyono, Senin (31/8).

Penerimaan itu terdiri dari kegiatan hulu minyak bumi sebesar US$4,74 miliar dan kegiatan hulu gas bumi sebesar US$2,84 miliar.

Sementara itu, rata-rata produksi minyak nasional hingga akhir Agustus 2009 mencapai 949.451 barel per hari (bph) yang berarti di bawah target APBN 2009 yang sebesar 960 ribu bph. Sedangkan produksi gas bumi mencapai 7,8 miliar kaki kubik per hari.

"Kami berharap lapangan-lapangan baru dari Mobil Cepu, BP tangguh, Duri Chevron Pacific Indonesia dan Medco Malaka akan bisa membantu produksi di akhir tahun 2009," ujar Priyono.

Sementara untuk realisasi lifting minyak sampai data minggu ketiga Agustus 2009 sebesar 939.360 bph, di mana stok minyak mentah milik pemerintah saat ini mencapai 12 juta barel.

Rendahnya realisasi lifting tersebut disebabkan kilang Cilacap mengalami kerusakan, sehingga lifting tidak bisa dilakukan sesuai jadwal.

"Selain itu, faktor cuaca di laut hingga beberapa instalasi milik Chevron yang mengalami kerusakan akibat sambaran petir juga menyebabkan tidak bisa melakukan lifting sesuai jadwal," ujar Priyono.

Untuk produksi gas bumi, hingga Agustus sudah mencapai 7,8 miliar kaki kubik per hari atau di atas target produksi gas pemerintah tahun ini sebesar 7,256 miliar kaki kubik per hari.

"Diharapkan produksinya bisa meningkat lagi dari lapangan Oyong milik Santos, BP Tangguh dan ConocoPhillips," jelas Priyono.

Mengenai biaya investasi dan operasi yang dibelanjakan bagi kegiatan hulu migas pada semester I 2009, ujarnya, mencapai US$5,3 miliar atau 70 persen dari target rencana Kerja dan anggaran (RKA) semester I 2009 yang sebesar US$7,6 Miliar.

"Sebanyak 87 persen digunakan untuk membiayai kegiatan usaha di wilayah Kerja Produksi," pungkas Priyono.