Jakarta, 7 Mei 2010
Produksi Minyak Pertamina EP Lapangan Bunyu Kalimantan Timur meningkat empat kali lipat dari rata-rata April 2010 sebesar 1400 barrel oil per hari (BOPD) menjadi 6400 BOPD di awal Mei 2010.
Produksi Minyak Pertamina EP kembali menembus rekor tertinggi pencapaian produksi dengan tingkat produksi sebesar 136.504 barrel per hari atau 11.004 barel lebih tinggi dari target 2009 sebesar 125
Seluruh pekerja Pertamina EP dan pihak yang terkait dalam kegiatan perusahaan harus menempatkan aspek health, safety, and environment (HSE) sebagai prioritas utama. ?HSE adalah urusan semua orang, bukan hanya urusan GM HSE atau petugas HSE saja,? demikian ditegaskan Presiden Direktur PT Pertamina EP Salis S Aprilian saat mengunjungi lokasi pemboran di Pamanukan dan basecamp seismic di Karawang, Selasa (28/7).
Lebih lanjut di depan para pekerja di lokasi tersebut, Presiden Direktur mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan para pekerja di lokasi tersebut dalam mempertahankan zero accident. ?Keberhasilan mempertahankan prestasi kegiatan operasi tanpa kecelakaan kerja merupakan suatu prestasi yang harus kita syukuri,? tegasnya. Salis mengingatkan bahwa beberapa peristiwa di masa lalu harus menjadi pelajaran bagi seluruh pekerja untuk senantiasa mengutamakan arti penting HSE dalam melaksanakan tugas.
Pada kesempatan tersebut turut hadir GM HSE Pertamina EP Joko Susanto. Kepada para pekerja GM HSE memberikan arahan untuk lebih meningkatkan HSE dari sisi aturan dan implementasi khususnya di lokasi-lokasi pemboran. Selain itu, Joko juga menegaskan bahwa telepon seluler merupakan salah satu benda berbahaya di daerah operasi migas.
Dalam pemaparannya GM HSE mengulas beberapa hal. Pertama, terkait masalah lingkungan hidup. Joko menegaskan bahwa daerah eksplorasi tidak lama lagi pasti akan dipadati penduduk, oleh karena itu para pekerja diminta untuk memperhatikan masalah limbah berbahaya dan agar ditangani dengan baik.
Kedua, mengenai masalah kesehatan kerja yang juga merupakan unsur penting yang harus diwujudkan dalam kegiatan operasi. ?Sia-sia jika produksi migas tinggi tetapi kita sakit dan bahkan sampai ada yang meninggal,? ujarnya.
Ketiga, Joko mengimbau agar di setiap lokasi sesering mungkin dilakukan safety meeting. Belajar dari beberapa insiden di masa lalu, GM HSE menekankan agar pekerja di lokasi agar melakukan job safety analysis sebelum melakukan pekerjaan. ?Tolong dianalisa apa yang akan terjadi dan lakukan langkah pencegahan,? ujarnya.