Jakarta, 7 Mei 2010
Produksi Minyak Pertamina EP Lapangan Bunyu Kalimantan Timur meningkat empat kali lipat dari rata-rata April 2010 sebesar 1400 barrel oil per hari (BOPD) menjadi 6400 BOPD di awal Mei 2010.
Produksi Minyak Pertamina EP kembali menembus rekor tertinggi pencapaian produksi dengan tingkat produksi sebesar 136.504 barrel per hari atau 11.004 barel lebih tinggi dari target 2009 sebesar 125
Jakarta, 19 Februari 2010
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina EP Syamsu Alam menandatangani empat kesepakatan terkait jual beli gas dengan total nilai kontrak mencapai 265 juta dolar AS di Jakarta, Jum’at (19/2). Penandatangan kesepakatan ini merupakan dorongan kuat BPMIGAS untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri.
Dengan ditandatanganinya keempat perjanjian tersebut, Syamsu Alam mengatakan bahwa Pertamina EP berkomitmen untuk memasok gas lebih dari 71,2 miliar kaki kubik kepada konsumen yang sekaligus mengukuhkan posisi Pertamina EP sebagai pemasok gas terbesar untuk kebutuhan domestik.
Kesepakatan perjanjian jual beli gas meliputi Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara Pertamina EP dengan PT Medco E&P Indonesia, Amandemen PJBG dengan PT Pelangi Cakrawala Losarang, Amandemen PJBG dengan PT Tossa Shakti, dan Head of Agreement (HOA) PJBG dengan PT Pertamina Gas.
PJBG dengan PT Medco E&P Indonesia adalah untuk keperluan bahan bakar stasiun pemompaan ulang di Pengabuan, Serdang, dan Ibul, Sumatera Selatan. Untuk perjanjian ini, total pasokan mencapai 1,3 miliar kaki kubik. Perjanjian ini berlaku sejak 27 April 2009 sampai dengan 27 November 2013 atau terpenuhinya total pasokan, mana yang tercapai terlebih dahulu.
Selanjutnya, dua amandemen PJBG yang ditandatangani oleh Pertamina EP adalah pertama dengan PT Pelangi Cakrawala Losarang tentang jual beli gas untuk keperluan industri di Losarang, Indramayu, Jawa Barat. Total pasokan untuk perjanjian ini mencapai 6,2 miliar kaki kubik. Perjanjian dengan PT Pelangi Cakrawala Losarang berlaku sejak 18 Desember 2008 sampai dengan 31 Desember 2018 atau terpenuhinya total pasokan, mana yang tercapai terlebih dahulu. Selain itu, amandemen PJBG juga ditandatangani dengan PT Tossa Shakti tentang jual beli gas untuk keperluan pabrik kaca di Jawa Tengah. Total pasokan ke PT Tossa Shakti mencapai 1,4 miliar kaki kubik. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2011.
Satu HOA ditandatangani oleh PT Pertamina EP dengan PT Pertamina Gas untuk NGL Plant di Sumatera Selatan. Total pasokan ke PT Pertamina Gas mencapai 62,3 miliar kaki kubik. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun sejak 1 Januari 2013.
Pertamina EP adalah produsen minyak dan gas terbesar kedua di Indonesia. Pada tahun 2009, pencapaian produksi minyak Pertamina EP berhasil menembus angka 127,1 ribu barel per hari. Angka tersebut berada di atas target yang ditetapkan sebesar 125,5 ribu barel per hari. Sementara itu, produksi gas Pertamina EP pada tahun 2009 mencapai 1,04 miliar kaki kubik per hari. Selanjutnya pada tahun 2010, produksi minyak Pertamina EP masih berada di atas 130 ribu barel per hari dan gas di atas 1 miliar kaki kubik per hari.
Produksi gas Pertamina EP merupakan penopang terbesar dari total produksi gas Pertamina secara keseluruhan. Sedangkan saat ini Pertamina adalah produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik. Dari jumlah tersebut 28% dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 22% untuk memenuhi kebutuhan industri, 18% untuk industri pupuk, 18% untuk pasokan ke pembangkit listrik, dan 14% lainnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina & pemakaian sendiri.
Kinerja Pertamina EP terus mengalami peningkatan yang signifikan. Produksi Minyak Pertamina EP terus mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006. Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik sebesar 7,8% di 2008 dengan produksi rata-rata Pertamina EP 2008 mencapai 116,6 MBOPD. Pada tahun 2009, Pertamina EP berhasil mencapai 127,1 ribu barel per hari.