Jakarta, 7 Mei 2010
Produksi Minyak Pertamina EP Lapangan Bunyu Kalimantan Timur meningkat empat kali lipat dari rata-rata April 2010 sebesar 1400 barrel oil per hari (BOPD) menjadi 6400 BOPD di awal Mei 2010.
Produksi Minyak Pertamina EP kembali menembus rekor tertinggi pencapaian produksi dengan tingkat produksi sebesar 136.504 barrel per hari atau 11.004 barel lebih tinggi dari target 2009 sebesar 125
Pangkalan Susu, 18 Februari 2010
Untuk mencapai visi menjadi produsen nomor satu di Indonesia, manajemen Pertamina EP menggaris bawahi aspek kesehatan, keselamatan kerja dan lindungan lingkungan sebagai prioritas utama dalam menjalankan kegiatan operasi.
HSE harus menjadi perhatian setiap pekerja dan tetap menjadi prioritas dalam operasional kegiatan perusahaan. Aspek HSE adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian kepada pekerja dan manajemen Pertamina EP Region Sumatera saat melaksanakan management walk through ke field Pangkalan Susu, Sumatera Utara (18/2).
Presiden Direktur beserta tim manajemen dengan mengunjungi Stasiun Metering Gas Wampu. Tim manajemen melihat kesiapan alat-alat terutama aspek HSE fasilitas yang dimiliki perusahaan dan mendapatkan penjelasan dari Field Manager PEP Pangkalan Susu Helmi Polin Sitorus mengenai operasional kegiatan yang dilaksanakan di Stasiun metering tersebut. Selanjutnya dilakukan kunjungan ke terminal P3 Pangkalan Susu yang dilanjutkan dengan memberikan pengarahan kepada pekerja di Guest House Pertamina EP Field Pangkalan Susu.
“Management walk through bertujuan untuk melihat secara langsung masalah-masalah yang dihadapi di lapangan dan memberi semangat kepada pekerja.” ujar Salis. Salis menjelaskan bahwa kinerja Pertamina EP secara umum pada 2009 berhasil mencapai target bahkan melampaui terutama dari segi produksi.
Pada acara pengarahan tersebut, Polin menyampaikan situasi dan kondisi Field Pangkalan Susu. “Lapangan Field Pangkalan Susu merupakan lapangan tua atau brown field. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah tidak ada ditemukannya lapangan baru sejak 25 tahun yang lalu.” ujar Polin.
Salis juga mengatakan bahwa mencari minyak adalah kegiatan untuk mencari sesuatu yang bukan diciptakan oleh manusia. “Kita harus bekerja lebih keras dan cerdas untuk menemukan dan mengangkatkan ke permukaan. Namun semuanya itu bertujuan untuk kesejahteraan manusia” jelasnya. Sejak diangkat menjadi Presdir Pertamina EP, Salis memperkenalkan 3 S yang harus menjadi nilai-nilai yang harus dilaksanakan oleh seluruh pekerja EP yaitu sincere, strong & sensible. “Sincere berarti jujur dan bersih, strong berarti kuat dalam mempertahankan pendapat dan bekerja serta sensible yang berarti berwawasan lingkungan” jelas Salis.
Presdir PT Pertamina EP Salis S. Aprilian didampingi oleh VP HSE PEP Djoko Susanto, VP HRD PEP Insan Purwarisya, GM PEP Region Sumatera Bambang Widjanarko, Man. Operasional HR PEP Alex Zulkarnaen, Manajer Manajemen Hubungan Pemerintah & BPMIGAS Imam Setiawan.