Penemuan Eksplorasi Pertama di Indonesia Tahun 2012
Jakarta, 1 Februari 2012
Pertamina EP telah berhasil menemukan minyak dan gas dari kegiatan eksplorasi struktur Tiung Biru sebesar 2.546 barel minyak per hari (BOPD) dan 2,75 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Keberhasilan ini merupakan penemuan eksplorasi pertama di Indonesia pada awal tahun 2012.
Jakarta, 1 Februari 2012
Presiden Direktur Pertamina EP Syamsu Alam menekankan komitmen Pertamina EP terhadap Lingkungan. Pertamina EP telah mencanangkan deklarasi untuk bumi yakni melakukan penanaman 1000 pohon untuk setiap pemboran 1 sumur dan penggunaan energy matahari untuk penerangan di daerah operasi.
Jakarta, 1 Februari 2012
Pertamina EP melakukan evaluasi terkait dengan masalah produksi migas untuk pencapaian target produksi di tahun 2012. Dengan evaluasi ini diharapkan dapat ditemukan permasalahan yang menjadi hambatan dalam upaya peningkatan produksi serta alternatif solusi yang dapat dilakukan sehingga target di 2012 bisa dicapai sesuai dengan komitmen perusahaan kepada para pemangku kepentingan.
Jakarta, 31 Mei 2010
Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian menandatangani satu kesepakatan terkait jual beli gas antara PT Pertamina EP dengan PT Pertamina Gas di Jakarta, Senin (31/5). Perkiraan nilai kontrak untuk 13 tahun penyaluran mencapai 401,7 juta dolar AS.
Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, Salis S Aprilian mengatakan bahwa Pertamina EP berkomitmen untuk memasok gas sekitar 114,7 triliun british thermal unit kepada PT Pertamina Gas untuk NGL Plant di Sumatera Selatan. Komitmen ini juga mengukuhkan posisi Pertamina EP sebagai pemasok gas terbesar untuk kebutuhan domestik.
Dalam 13 tahun masa kontrak, penyerahan harian feed gas dari Pertamina EP berada pada kisaran sebesar 250 MMSCFD pada 2013 dan sebesar 80 MMSCFD pada tahun 2025.
Penandatangan kesepakatan ini merupakan dukungan kuat BPMIGAS untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri. Produksi gas Pertamina EP merupakan penopang terbesar dari total produksi gas Pertamina secara keseluruhan. Sedangkan saat ini Pertamina adalah produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik. Pasokan gas Pertamina untuk konsumen terdiri dari 34% dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 20% untuk memenuhi kebutuhan industri, 18% untuk industri pupuk, 25% untuk pembangkit listrik, dan 3% lainnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina.
Produksi gas Pertamina EP juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 sebesar 955 MMSCFD meningkat menjadi 980 MMSCFD pada tahun 2007. Peningkatan terus terjadi pada 2008 mencapai 1.003 MMSCFD dan naik menjadi 1.043 pada 2009. Dengan demikian Pertamina EP merupakan produsen minyak dan gas terbesar kedua di Indonesia.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pada 2010 Pertamina EP gencar melaksanakan eksplorasi dengan target pemboran 26 sumur eksplorasi diberbagai daerah serta pelaksanaan 1345 km2 survey seismic 3 D (tiga dimensi) dan 721 km survey 2 D (dua dimensi). Komitmen eksplorasi Pertamina EP ini untuk mendukung perolehan cadangan baru sehingga dari setiap barrel minyak maupun setiap kubik gas yang yang diproduksikan harus dapat digantikan dengan temuan baru ekplorasi dalam jumlah yang sama atau melebihi. Dengan demikian kesinambungan dan pertumbuhan produksi dapat dipertahankan.
Sementara itu, kinerja produksi minyak Pertamina EP juga terus mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan produksi terus mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006. Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik sebesar 7,8% di 2008 dengan produksi rata-rata Pertamina EP 2008 mencapai 116,6 MBOPD. Pada tahun 2009, Pertamina EP berhasil meningkatkan realisasi produksi sebesar 9% dengan pencapaian 127,1 ribu barel per hari.