Jakarta, 7 Mei 2010
Produksi Minyak Pertamina EP Lapangan Bunyu Kalimantan Timur meningkat empat kali lipat dari rata-rata April 2010 sebesar 1400 barrel oil per hari (BOPD) menjadi 6400 BOPD di awal Mei 2010.
Produksi Minyak Pertamina EP kembali menembus rekor tertinggi pencapaian produksi dengan tingkat produksi sebesar 136.504 barrel per hari atau 11.004 barel lebih tinggi dari target 2009 sebesar 125
Jakarta, 31 Mei 2010
Presiden Direktur Pertamina EP Salis S Aprilian menandatangani satu kesepakatan terkait jual beli gas antara PT Pertamina EP dengan PT Pertamina Gas di Jakarta, Senin (31/5). Perkiraan nilai kontrak untuk 13 tahun penyaluran mencapai 401,7 juta dolar AS.
Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, Salis S Aprilian mengatakan bahwa Pertamina EP berkomitmen untuk memasok gas sekitar 114,7 triliun british thermal unit kepada PT Pertamina Gas untuk NGL Plant di Sumatera Selatan. Komitmen ini juga mengukuhkan posisi Pertamina EP sebagai pemasok gas terbesar untuk kebutuhan domestik.
Dalam 13 tahun masa kontrak, penyerahan harian feed gas dari Pertamina EP berada pada kisaran sebesar 250 MMSCFD pada 2013 dan sebesar 80 MMSCFD pada tahun 2025.
Penandatangan kesepakatan ini merupakan dukungan kuat BPMIGAS untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri. Produksi gas Pertamina EP merupakan penopang terbesar dari total produksi gas Pertamina secara keseluruhan. Sedangkan saat ini Pertamina adalah produsen gas terbesar untuk kebutuhan domestik. Pasokan gas Pertamina untuk konsumen terdiri dari 34% dipasok kepada Perusahaan Gas Negara (PGN), 20% untuk memenuhi kebutuhan industri, 18% untuk industri pupuk, 25% untuk pembangkit listrik, dan 3% lainnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina.
Produksi gas Pertamina EP juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 sebesar 955 MMSCFD meningkat menjadi 980 MMSCFD pada tahun 2007. Peningkatan terus terjadi pada 2008 mencapai 1.003 MMSCFD dan naik menjadi 1.043 pada 2009. Dengan demikian Pertamina EP merupakan produsen minyak dan gas terbesar kedua di Indonesia.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pada 2010 Pertamina EP gencar melaksanakan eksplorasi dengan target pemboran 26 sumur eksplorasi diberbagai daerah serta pelaksanaan 1345 km2 survey seismic 3 D (tiga dimensi) dan 721 km survey 2 D (dua dimensi). Komitmen eksplorasi Pertamina EP ini untuk mendukung perolehan cadangan baru sehingga dari setiap barrel minyak maupun setiap kubik gas yang yang diproduksikan harus dapat digantikan dengan temuan baru ekplorasi dalam jumlah yang sama atau melebihi. Dengan demikian kesinambungan dan pertumbuhan produksi dapat dipertahankan.
Sementara itu, kinerja produksi minyak Pertamina EP juga terus mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan produksi terus mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006. Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik sebesar 7,8% di 2008 dengan produksi rata-rata Pertamina EP 2008 mencapai 116,6 MBOPD. Pada tahun 2009, Pertamina EP berhasil meningkatkan realisasi produksi sebesar 9% dengan pencapaian 127,1 ribu barel per hari.