Jakarta, 7 Mei 2010
Produksi Minyak Pertamina EP Lapangan Bunyu Kalimantan Timur meningkat empat kali lipat dari rata-rata April 2010 sebesar 1400 barrel oil per hari (BOPD) menjadi 6400 BOPD di awal Mei 2010.
Produksi Minyak Pertamina EP kembali menembus rekor tertinggi pencapaian produksi dengan tingkat produksi sebesar 136.504 barrel per hari atau 11.004 barel lebih tinggi dari target 2009 sebesar 125
Jakarta, 9 Juli 2010
Dewan Komisaris meminta Direksi PT Pertamina EP untuk lebih meningkatkan kinerja Health, Safety, and Environment (HSE) di tengah peningkatan kinerja produksi migas yang dicapai anak perusahaan tersebut. Pertamina EP sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) merupakan kontributor terbesar dari total produksi migas Pertamina.
Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Bagus Setiardja menegaskan bahwa prestasi cemerlang yang dicapai oleh PT Pertamina EP baik dari sisi penemuan cadangan baru dan peningkatan produksi pada semester pertama tahun 2010 harus didukung dengan implementasi HSE yang baik. Pada semester pertama, PT Pertamina EP sudah berhasil menembus angka produksi rata-rata sebesar 130.600 barel per hari, bahkan pada bulan Juni sempat mencapai 140.000 ribu barel. Angka tersebut lebih tinggi daripada target produksi tahun 2010 yang ditetapkan sebesar 128.000 barel per hari.
Namun demikian, diakui bahwa di tengah upaya peningkatan produksi tersebut, pada semester pertama 2010, Pertamina EP telah mengalami tiga kecelakaan kerja yang berada di luar kontrol manajemen. Ketiga peristiwa kecelakaan kerja tersebut telah menyebabkan enam orang meninggal dunia yang terdiri dari lima orang pekerja kontraktor dan satu orang pekerja Pertamina EP.
Menanggapi hal ini, Dewan Komisaris PT Pertamina EP sepakat untuk memberikan waktu selama satu bulan kepada Presiden Direktur PT Pertamina EP Salis S Aprilian untuk membuat laporan lengkap tentang kejadian-kejadian ini dan menyempurnakan program-program HSE di Pertamina EP termasuk memberi 'corrective action' kepada pekerja Pertamina EP dan kontraktor yang terkait kejadian ini. Dengan demikian diharapkan kinerja Pertamina EP dalam aspek HSE dapat ditingkatkan.
Penempatan HSE sebagai prioritas utama sudah merupakan suatu keharusan dalam pengelolaan industri migas. Hal ini juga terkait dengan persiapan Pertamina menjadi perusahaan kelas dunia serta untuk mendukung rencana ekspansi Pertamina di sektor hulu migas, baik di dalam maupun luar negeri.
Kinerja Pertamina EP terus mengalami peningkatan yang signifikan. Produksi Minyak Pertamina EP terus meningkat sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006. Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 110,3 MBOPD dan kembali naik sebesar 7,8% di 2008 dengan produksi rata-rata mencapai 116,6 MBOPD. Pada tahun 2009, realisasi produksi meningkat sebesar 9% dengan pencapaian 127,1 ribu barel per hari. Sementara itu produksi gas Pertamina EP juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 sebesar 955 MMSCFD meningkat menjadi 980 MMSCFD pada tahun 2007, meningkat menjadi 1.003 MMSCFD pada 2008 dan 1.043 MMSCFD pada 2009.
Pertamina EP berupaya keras untuk meningkatkan pertumbuhan produksi di 2010, meski langkah ini tidak mudah mengingat kondisi mayoritas lapangan yang sudah tergolong tua dan angka penurunan produksi alamiah rata-rata sebesar 18%. Pada saat ini Pertamina EP adalah produsen minyak dan gas terbesar kedua di Indonesia. Ke depan, Pertamina EP terus berupaya mencapai visi menjadi produsen migas terbesar di Indonesia dan menjadi perusahaan kelas dunia.